Minggu, 25 Juli 2010

Analisa Sepekan: IHSG Spektakuler Selama Sepekan


Senin, 26/07/2010

Jakarta - Sepanjang pekan lalu IHSG bergerak sangat fluktuatif akibat adanya perang sentiment positif dan negatif dari dalam dan luar negeri. Namun masih kuatnya sentiment positif pada akhirnya mampu mengangkat IHSG menembus level 3000 yang merupakan angka tertinggi tahun ini. Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 1,6% dibanding minggu sebelumnya.

Analis dari PT BNI (persero), Muhammad Fikri mengatakan, sejak awal tahun, banyak analis yang telah memprediksikan bahwa IHSG akan menebus level 3000 tahun ini, dan terbukti IHSG mampu menembus angka tersebut pada awal semester ke II 2010.

"Faktor kuat yang mampu mendorong IHSG menembus level 3000 adalah positifnya ekspektasi investor baik itu asing maupun dalam negeri terhadap kondisi ekonomi Indonesia serta kinerja emiten Indonesia pada tahun ini," ujar Fikri dalam review-nya yang dikutip detikFinance, Senin (26/7/2010).

Namun setelah menembus level 3000 minggu lalu, IHSG sempat diuji oleh sentiment negatif dari Amerika, ketika Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke mengungkapkan bahwa proses pemulihan ekonomi AS tengah mengalami perlambatan dan outlook ekonomi dunia kedepannya masih penuh dengan ketidakpastiaan.

Pernyataan Bernanke di depan anggota senat AS tersebut sempat membuat khawatir investor sehingga menekan pergerakan seluruh bursa saham dunia. Kondisi tersebut juga sempat menekan IHSG, hanya saja IHSG masih mampu bertahan diatas level 3000.

"Sentimen negatif dari the Fed tersebut tidak berlangsung lama karena mampu diredam oleh sentimen dari positifnya laporan keuangan yang dirilis oleh beberapa emiten besar di Dunia seperti Microsoft, Apple, Adidas, dan Ford Motor. Kondisi tersebut semakin menumbuhkan kepercayaan diri investor untuk masuk ke bursa saham dan mendorong penguatan bursa saham dunia," urai Fikri.

Ia melihat trend penguatan bursa dunia tersebut sepertinya masih akan terus berlanjut minggu depan, mengingat akhir pekan ini, bank sentral Eropa mengumumkan bahwa hasil stress test terhadap perbankan Eropa cukup baik. Dalam laporannya pada hari sabtu tanggal 24 Juli 2010, bank sentral Eropa menyatakan bahwa 92% dari 91 bank yang ditest mampu melewati stress test dengan baik, artinya bank-bank tersebut mempunyai kekuatan modal yang cukup kuat untuk menghindari dampak negative apabila skenario terburuk dari krisis hutang Eropa terjadi.

Bank Sentral Eropa juga mengungkapkan, hanya terdapat 7 bank di Eropa yang membutuhkan tambahan modal dengan total EUR 3,4 milliar agar bisa dikatakan kuat untuk manghadapi krisis. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa secara keseluruhan fundamental system keuangan Eropa masih cukup kuat untuk meredam dampak krisis hutang yang selama ini menghantui perekonomian Eropa. Seperti diketahui, selama ini sentimen krisis utang Eropa selalu menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan bursa saham di dunia.

Sedangkan dari dalam negeri, sentimen penggerak IHSG masih akan datang dari positifnya proyeksi investor terhadap laporan keuangan emiten pada kuarter ke dua 2010. Fikri melihat trend penguatan IHSG selama pekan lalu diprediksi masih akan terus berlanjut minggu depan.

"Disamping itu, terus menguatnya harga komoditas dunia juga diprediksi akan mendorong penguatan bursa saham Indonesia, mengingat bagian besar emiten di bursa saham Indonesia adalah emiten yang berbasis komoditas. Untuk itu, minggu depan IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas," urainya.

idx home.

Selasa, 18 Mei 2010

Asia stocks gain, growth hopes offset Europe fears


Tue, 05/18/2010

Asian stock markets were mostly higher Tuesday as investors tried to look past the turmoil in Europe to a growing global economy.

The Shanghai Composite index jumped 1.3 percent to 2,593.11, bouncing back from losses earlier in the session. Hong Kong's Hang Seng index edged up 0.9 percent to 19,891.78 while Seoul's Kospi slipped 0.5 percent to 1,643.24.

Japan's Nikkei 225 stock average rose 0.1 percent to 10,242.64, recovering slightly after shedding more than 2 percent the previous day. Benchmarks in Singapore and Malaysia also advanced.

Some analysts expect inflation and interest rates to remain low and help fuel global economic growth. Capital Economics raised its 2010 economic growth forecast for Japan to 4.5 percent from 3 percent and its U.S. forecast to 3.5 percent from 3 percent.

Overnight in New York, the Dow Jones industrials rose 0.1 percent to 10,625.83 as investors spent the day tracking the euro's moves against the dollar. A drop and subsequent rebound in the euro steered the Dow from a loss of 184 points at midday to a gain of almost 6 by the close.

Investors are looking at the euro as an indicator of confidence in European economies. The 16-nation currency has been sliding on concerns that debt problems will undermine Europe's recovery.

A $1 trillion bailout package unveiled last week by the European Union and International Monetary Fund has failed to calm investor concerns that Europe has solved its debt and economic crisis.

"Doubts about the long-term survival of the euro are not going to go away," Capital Economics said in a report. "The support package may have averted a near-term sovereign debt crisis, but it is conditional on massive fiscal consolidation that may ultimately prove too much for the electorates of some member states in the euro-zone to bear."

In New York, the Standard & Poor's 500 index rose 0.1 percent Monday, while the Nasdaq composite index added 0.3 percent to 2,354.23.

In currencies, the dollar rose slightly to 92.69 yen from 92.61 yen late Monday. The euro stood at $1.2375 from $1.2392.

Benchmark crude for June delivery was up $1.01 to $71.09 a barrel in electronic trading on the New York Mercantile Exchange. The June contract dropped $1.53, or 2.1 percent, to $70.08, a three-month low.

Jumat, 30 April 2010

Daftar Saham Marjin dan Short Sell Periode Mei 2010 Tak Berubah

Jumat, 30/04/2010

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan kembali daftar saham transaksi marjin dan short sell untuk periode Mei 2010. Daftar ini tidak berubah dari 3 bulan sebelumnya, Februari - April 2010.

BEI menetapkan 32 saham transaksi marjin dan 29 saham transaksi short sell. Daftar efek yang disebutkan dibawah, mulai berlaku tanggal 3 Mei 2010.

Berikut daftar saham transaksi marjin :

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
3. PT Astra International Tbk (ASII).
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
8. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
10. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
11. PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
12. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
13. PT Indosat Tbk (ISAT).
14. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
15. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
16. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
17. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
18. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
19. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
20. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
21. PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
22. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
23. PT United Tractors Tbk (UNTR).
24. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
25. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
26. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
27. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
28. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
29. PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
30. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
31. PT Timah Tbk (TINS).
32. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Berikut daftar saham transaksi short sell:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
3. PT Astra International Tbk (ASII).
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
8. PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
10. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
11. PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
12. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
13. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
14. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
15. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
16. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
17. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
18. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
19. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
20. PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
21. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
22. PT United Tractors Tbk (UNTR).
23. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
24. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
25. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
26. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
27. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
28. PT Timah Tbk (TINS).
29. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Market Flash eTrading

Jumat, 30/04/2010
Jakarta - Dow Jones : Pasar saham US mengalami kenaikan, setelah pendapatan perusahaan dari Motorola Inc. sampai Starwood Hotels & resorts Worldwide Inc. berada di atas estimasi yang akhirnya memberikan sinyal bahwa ekonomi mulai menguat. Motorola perusahaan pembuat handphone terbesar di US naik 3.5% setelah melaporkan laba yang di luar perkiraan dan Starwood menguat 5.7%.

Palm Inc. naik 26% setelah Hewlett-Packard Co. menyetujui untuk membeli sahamnya yang bernilai sekitar $ 1.2 miliar. Indeks Standard & Poor's 500 (+1.3%) ke 1,206.77. Dow Jones Industrial Average (+1.1%) ke 11,167.32.

Regional Pagi: Bursa saham Asia menguat untuk pertama kalinya dalam 4 hari seiring peningkatan laba perusahaan yang mendorong spekulasi bahwa perekonomian global akan terus pulih. Sumitomo Mitsui Financial Group Inc., (+1.1%) setelah berhasil mencetak laba.

BHP Billiton Ltd (+0.6%) di Sydney seiring naiknya minyak mentah untuk hari ketiga. Mitsubishi Corp., (+1.2%). Nikkei 225 (+1.3%) 11,067 S&P/ASX 200 (+0.7%) 4,818 KOSPI (+1.20%) 1,749 STI (+0.74%) 2981

Commodity: Minyak mentah menguat dalam 3 hari setelah keyakinan membaiknya ekonomi di Eropa dan laporan tingkat pengangguran di Jerman dan US yang menurun sehingga menimbulkan keyakinan perbaikan ekonomi secara global. WTI Crude (+0.3%) $ 85.5/barrel Gold (+0.2%) USD 1,170/t oz CPO (-0.4%) RM 2,556/MT Coal (+1.4%) USD 98.9/MT Nickel (-1.0%) USD 25,400/MT Tin (+0.9%) USD 18,160/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Asing Tertarik Suntik Rp 100 Triliun ke 10 BUMN

Investor asing tertarik menanamkan modalnya hingga Rp 100 triliun untuk 10 BUMN. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan minat tersebut disampaikan investor asing dalam nondeal roadshow di Hong Kong dan Singapura yang dilakukan 10 BUMN awal pekan ini. 10 BUMN itu adalah:
1. PT Aneka Tambang Tbk
2. PT Bank Mandiri Tbk
3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
4. PT Jasa Marga Tbk
5. PT Bank BNI Tbk
6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk
7. PT Bank BRI Tbk
8. PT Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam Tbk
9. PT Garuda Indonesia
10.PT Krakatau Steel.

Economic: Belanja Negara Naik Jadi Rp 1.123 Triliun

Anggaran belanja negara dalam APBN Perubahan 2010 naik dari target awal dalam APBN 2010 sebesar Rp 1.047 triliun menjadi Rp 1.123 triliun. Tambahan ini akan ditutup dari hasil optimalisasi anggaran yang naik akibat kenaikan penerimaan dari penjualan komoditas dan pengalihan anggaran belanja. Menurut Kepala Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis, anggaran belanja naik dikarenakan oleh kenaikan anggaran subsidi dari Rp 157,8 triliun menjadi Rp 201,8 triliun.

Kenaikan subsidi disebabkan lonjakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dari alokasi awal APBN 2010 sebesar Rp 68,7 triliun menjadi Rp 89,3 triliun pada APBN-P 2010 sesuai dengan kesepakatan terakhir. Lonjakan juga terjadi pada anggaran subsidi listrik dari target awal Rp 37,8 triliun menjadi Rp 55,1 triliun. Juga ada kenaikan pada subsidi non-energi (termasuk subsidi pupuk, pangan, dan bibit) dari Rp 51,2 triliun menjadi Rp 57,3 triliun dalam kesepakatan akhir APBN-P 2010.

Economic: Asia Berisiko Overheating

IMF menyarankan negara-negara kawasan Asia mengurangi ketergantungan terhadap ekspor dan meningkatkankonsumsi domestik. IMF mengingatkan, perekonomian Asia berisiko overheating akibat arus modal masuk yang kuat. Arus modal itu akan menambah tekanan inflasi dan meningkatkan risiko gelembung merusak. Lembaga tersebut menaikkan perkirakan pertumbuhan untuk Asia menjadi 7,1% baik untuk 2010 maupun 2011. Perkiraan itu lebih tinggi daripada prediksi pada pekan lalu ketika badan tersebut memperkirakan perekonomian kawasan akan tumbuh rata-rata 6,9% pada tahun ini dan 7,0% pada 2011.

Property: Revisi Aturan Kepemilikan Properti WNA Masih Butuh Waktu

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 41 Tahun 1999 tentang Hak Pakai Properti oleh Warga Negara Asing (WNA) terealisasi pada kuartal III-2010. Dalam revisi kepemilikian asing, WNA diusulkan dapat memiliki hak pakai selama 70 atau 90 tahun sekaligus. Sebelumnya, WNA hanya memiliki hak pakai selama 25 tahun dan kemudian bisa diperpanjang kembali berikutnya 20 tahun dan 25 tahun. Draf revisi yang sedang digodok di DPR itu juga menyinggung perihal aturan pembatasan kepemilikan, seperti batas minimal harga properti yang bisa dibeli WNA. Usulan pelaku properti, rata-rata harga apartemen yang boleh dimiliki adalah dengan harga kisaran rata-ratanya US$ 150 ribu hingga US$ 250 ribu.

Economic: Laba 25 Emiten Melonjak

Sebagian besar eniten membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I/2010, menguatkan optimisme kinerja perusahaan terus menanjak. Tren pertumbuhan kinerja emiten itu sebagaimana terjadi pada pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Corporate News

BBCA: 3 Bulan, Dana Nasabah BCA Turun Rp 5 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat penurunan nilai tabungan nasabah dari posisi akhir 2009 senilai Rp 128,14 triliun menjadi Rp 122,29 triliun per akhir Maret 2010. Nilai tersebut berkurang Rp 5,85 triliun. Namun, dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 110,03 triliun, BCA mencatat pertumbuhan 11,1%. Kendati mengalami penurunan untuk simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan, BCA mencatat kenaikan deposito pada 1Q10 sebesar Rp 980 miliar dari Rp 65,36 triliun pada posisi Desember 2009 menjadi Rp 66,34 triliun pada Maret 2010. Kenaikan bahkan lebih tinggi, yaitu sebesar 23% jika dibandingkan posisi 1Q10 yang mencapai Rp 53,95 triliun.

PGAS: Kantongi Laba Rp 1,7 Triliun

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,771 triliun selama triwulan I-2010 atau naik sekitar 45% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 1,22 triliun. Pencapaian ini didorong oleh peningkatan penjualan gas bumi sebesar 841 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) sebesar 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 721 MMSCFD. Dimana 98% dari total volume tersebut mengalir untuk mendukung sektor industri dan tenaga listrik di dalam negeri.

ASII: Ekonomi Membaik, Laba Meroket 61%

Pada kuartal pertama 2010, ASII mencetak laba bersih Rp 3,25 triliun. Angka ini naik 61% dibandingkan periode sama 2009. Kenaikan laba bersih ini tidak lepas dari pendapatan bersih Grup Astra yang mencapai Rp 29,69 triliun atau naik 38% dibandingkan kuartal pertama 2009 yang sebesar Rp 21,54 triliun. Sementara itu, laba usaha ASII naik 24% dari Rp 2,62 triliun menjadi Rp 3,25 triliun. Menurut Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto, peningkatan kinerja ASII pada kuartal I 2010 ini berkat kondisi perekonomian Indonesia yang membaik.

FREN: Diizinkan Konversi Saham

PT Mobile-8 Telecom Tbk mengantongi izin pemegang saham publik untuk mengonversi utang usaha sembilan kreditor menjadi saham pada harga Rp50,4 per unit. Total utang usaha tersebut mencapai Rp209,05 miliar. Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachys mengatakan 65,8% pemegang saham perseroan telah merestui rencana tersebut dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

BNLI: Kredit Capai Rp41 Triliun

PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyalurkan kredit Rp41 triliun hingga 1Q10. Penyaluran kredit tersebut tumbuh 15% dibanding perioe yang sama tahun lalu sebesar Rp35,2 triliun. Laba bersih perusahaan naik 62% menjadi Rp269 miliar, dengan total aset tumbuh 15% menjadi Rp62 triliun pada akhir 1Q10.

DLTA: Laba bersih Delta pada kuartal I/2010 naik 67,67%

PT Delta Jakarta Tbk, produsen minuman beralkohol, membukukan laba bersih di kuartal I/2010 sebesar Rp37,56 miliar atau naik 67,67% dari periode yang saham tahun lalu yang senilai Rp22,40 miliar. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan penjualan bersih perseroan. Direktur Keuangan Delta Jakarta Afrijanto menjelaskan pada kuartal pertama 2010 perseroan mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 12% dari Rp201,56 miliar pada kuartal I/2009 menjadi Rp226,42 miliar.

BBTN: Tawarkan Kupon 10,37%

PT Bank Tabungan Neegara Tbk (BBTN) menawarkan kupon 9,37% sampai 10,37% untuk tenor obligasi 10 tahun atau mengacu FR 0031. Nilai obligasi tersebut mencapai Rp1,5 triliun, dana hasil obligasi digunakan untuk ekspansi kredit.

ADMF: Bukukan Laba Rp333 Miliar

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membukukan laba bersih sebesar Rp333 miliar pada 1Q10, meningkat sekitar 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp294 miliar. Peningkatan laba itu ditopang oleh peningkatan sisa pembiyaan baru dan penurunan biaya kredit.

WIKA: Batalkan Emisi Obligasi

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) batal menerbitkan obligasi senilai Rp 300 miliar pada 1Q10, dikarenakan kas perusahaan senilai Rp 1,2 triliun dinilai masih cukup untuk membiayai ekspansi.

Earning Watch

BBRI: Laba Bersih Naik 25,1% pada 1Q10

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatatkan kenaikan laba bersih pada 1Q sebesar 25% menjadi Rp 2,15 triliun dari Rp 1,72 triliun pada tahun sebelumnya disebabkan oleh kenaikan net interest income. Pada periode January-Maret, NII naik 24% menjadi Rp 6,70 triliun dari Rp 5,41 triliun.

Corporate News

* BBCA: 3 Bulan, Dana Nasabah BCA Turun Rp 5 Triliun
* PGAS: Kantongi Laba Rp 1,7 Triliun
* ASII: Ekonomi Membaik, Laba Meroket 61%
* FREN: Diizinkan Konversi Saham
* BNLI: Kredit Capai Rp41 Triliun
* DLTA: Laba bersih Delta pada kuartal I/2010 naik 67,67%
* BBTN: Tawarkan Kupon 10,37%
* ADMF: Bukukan Laba Rp333 Miliar
* WIKA: Batalkan Emisi Obligasi


Rumours

PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) dikabarkan sedang negosiasi dengan Bank Mandiri untuk mendapatkan kucuran dana Rp500 miliar, yang akan digunakan untuk ekspansi pembiyaan. Karena itu, harga sahamnya ditargetkan ke level Rp200.

Produsen baja PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) mencetak lonjakan laba bersih 15.089,38% dari Rp78,54 juta pada akhir Maret 2009 menjadi Rp11,93 miliar pada 1Q10. Seiring dengan itu, sahamnya diyakini berpotensi mnguat ke level harga Rp500.

Corporate Action


* Hari ini (30/4), cum date dividen tunai Gozco Plantations Tbk (GZCO) Rp 12 per saham. Ex date (3Mei2010)
* Hari ini (30/4), cum date dividen tunai Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) (NIKL) Rp 6 per saham. Ex date (3Mei2010)
* Hari ini (30/4), Exercise warrant Bakrieland Development Tbk (ELTY) rasio 1 : 1 Rp 250/saham


Earning Watch

* BBRI: Laba Bersih Naik 25,1% pada 1Q10
* BBCA: Laba Bersih Naik 18,3% pada 1Q10
* BNLI: Bank Permata Untung Rp 269 Miliar
* INDF: Laba Bersih 1Q Rp 631,9 Miliar VS Rp 110,4 Miliar
* PTBA: Laba Tergerus 59%


Technical Picks

* BBRI (8650) – Spec Buy
* BBCA (5450) – Spec Buy
* KBRI (92) – Trading Buy
* COWL (205) – Trading Buy.

Rabu, 14 April 2010

Belajar Investasi Saham: Mulai dengan Simulasi


Untuk menjadi investor di pasar modal tidak perlu ragu untuk memulai, sebab tidak seluruh produk investasi di industri ini membutuhkan dana yang besar. Dari hari ke hari investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebenarnya kian murah saja, menyusul kian variatifnya produk efek di pasar modal yang bisa dijadikan sasaran investasi.
Mau investasi murah, bisa memilih reksa dana sebagai pilihan. Produk reksa dana yang ditawarkan saat ini juga kian berkembang, dan disesuaikan dengan tujuan dari investasi investor. Jadi dalam reksa dana investor tinggal mencocokkan saja tujuan investasinya. Mau yang berpendapatan tetap, maka investor tinggal membeli reksa dana fixed income atau yang berpendapatan tetap. Sedangkan apabila mau investasi saham maka tinggal memilih membeli reksa dana yang yang diinvestasikan pada reksa dana saham, atau mau yang campuran saham dan fixed income juga ada.
Pendek kata kini tidak ada alasan lagi bagi investor untuk menunda investasinya di pasar modal. Praktis kini tersedia banyak pilihan investasi dari yang ingin berinvestasi langsung, maupun tidak langsung sebagaimana yang ditawarkan reksa dana tersebut.Kalau seorang investor yang merasa hasil yang diperoleh reksa dana tidak sesuai dengan harapan, lalu berkeinginan untuk investasi langsung juga bisa dilakukan. Caranya investor tersebut terlebih dulu membuka rekening efek di perusahaan efek yang dipilih menjadi wakilnya di bursa saham. Selain diharuskan membuka rekening efek, investor juga harus membuka rekening dana. Pembukaan rekening ini menjadi syarat mutlak bagi investor yang akan berinvestasi di pasar modal. Pembukaan rekening biasanya diikuti dengan penyetoran sejumlah dana tertentu.
Setelah melakukan penyetoran berarti investor sudah resmi menjadi nasabah di perusahaan efek tersebut. Itu berarti ia sudah bisa memerintahkan broker via dealer di kantor perusahaan efek itu untuk membeli saham. Pendeknya sudah bisa aktif bertransaksi. Kalau juga masih ragu meski sudah membuka rekening tapi masih belum juga bertansaksi, investor juga tidak perlu malu untuk mempelajari terlebih dulu saham yang menjadi incaran.
Caranya sudah barang tentu dengan mengamati karakteristik dan pergerakan saham tersebut. Untuk mempelajari saham tersebut juga tidak perlu terburu-buru. Sebagai investor pemula mempelajari pergerakan saham tertentu bisa dimulai dengan karakteristik industrinya, lalu harga tertinggi dan terendahnya, kemudian bisa juga diikuti dengan pihak yang banyak melakukan pembelian.
Apakah investor asing atau lokal, kalau investor asing yang perlu dicermati pada kondisi bagaimana ia melakukan pembelian dan pada kondisi seperti apa ia melakukan penjualan. Aspek teknikal dan fundamental perlu menjadi perhatian.
Terkait dengan pembelajaran karakteristik industri dan karakteristik saham ini, juga tidak salah kalau investor melakukan sedikit riset dan analisa atas saham-saham itu, utamanya jika dihubungan dengan isu yang tengah berkembang di masyarakat. Ada saham yang mengalami aktivitas tinggi ketika di tengah pasar tengah rendah, begitu juga sebaliknya.
Struktur industri dan sektor dari saham tersebut juga merupakan pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum memilih saham. Karena itu, bagi investor pemula untuk mengamati terlebih dulu karakteristik saham yang akan dibeli sangat dianjurkan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang investor agar investasi bisa memperoleh hasil optimal.
Pertama, investor bisa mempelajari dari alat perdagangan yang digunakan pada perusahaan efek tersebut, atau melalui data yang ditampilkan dalam data real time. Dengan menggunakan data real time, investor bisa membuka data-data yang tersedia. Harga saham yang terjadi di masa lalu juga tersedia, mulai dari jumlah saham (volume), porsi kepemilikannya termasuk data mengenai kapan perusahaan itu go public lalu corporate action apa saja yang pernah dilakukan hingga ke jajaran manajemen dan pemegang saham perusahaan tersebut juga tersedia.
Kedua, dengan data yang relatif lengkap mengenai perjalanan sebuah saham di Bursa, memberikan peluang bagi investor untuk melihat atau menentukan kapan saham tersebut aktivitasnya meninggi dan kapan aktivitasnya melemah. Cara kedua ini merupakan salah satu cara bagi investor dalam menganalisa secara teknikal pergerakan sebuah saham. Investor juga dapat menelaah faktor apa saja yang dapat mempengaruhi harga saham. Lewat volume saham investor dapat mengetahui berapa persen sebenarnya saham yang aktif diperdagangkan (float market), sehingga berapa besar supply, dan demand saham tersebut setiap hari bisa diprediksi.
Dalam teknikal analisa ini komponen utamanya adalah pergerakan harga saham dari hari ke hari (termasuk performance di masa lalu) penting untuk dicermati. Di samping itu kondisi sosial politik dan ekonomi pada setiap harga saham juga perlu diamati, termasuk masalah peraturan dan kebijaksaaan yang diberikan pemerintah dan manajemen perusahaan tersebut. Adalah sangat lazim begitu pemerintah menaikkan pajak CPO, misalnya, maka akan berpengaruh pada harga saham yang memproduksi CPO. Atau begitu pemerintah menurunkan tingkat suku bunga maka akan boleh jadi saham perbankan akan sedikit mengalami koreksi. Contoh yang lebih kongkrit lagi, apabila tekanan inflasi demikian kuat maka pasar saham dipastikan akan melemah karena dana-dana yang ada akan masuk ke sistem perbankan, dan pada kondisi ini harga saham perbankan boleh jadi akan naik.

Mock Trading

Beberapa langkah di atas merupakan salah satu contoh yang bisa dilakukan seorang investor pemula sebelum memulai invetasinya di pasar modal. Pertanyaannya apakah hanya langkah-langkah tersebut yang bisa dilakukan? Atau hanya langkah itu yang paling jitu dalam berinvestasi di pasar modal? Jawabnya sudah pasti tidak. Banyak langkah yang bisa dilakukan sebelum seseorang untuk memulai investasinya di pasar modal.
Di pasar modal Indonesia mulai merebak sejak 1977 lalu, yang kemudian digarap serius setelah Bapepam ketika itu membentuk Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta, hampir seluruh broker wajib mengikuti pendidikan mengenai pasar modal ini. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan setelah mengikuti pendidikan teori adalah simulasi atau yang popular disebut dengan mock trading. Kala itu masing-masing broker yang mengikuti pendidikan itu seolah-olah diberi modal untuk berinvestasi saham serta diberikan pula sejumlaDalam mock trading ini masing-masing peserta diminta untuk membeli saham-saham yang dianggapnya bagus, dalam kurun waktu tertentu, dan pada hari yang telah ditetapkan apakah harga saham yang dibeli mengalami kenaikan atau tidak dengan acuannya adalah harga pasar yang terjadi pada hari itu. Dari simulasi (mock trading) tersebut dapat diketahui apakah dana yang diberikan berkembang atau tidak. Jadi dalam hal ini ada dua perhitungan dana yang berkembang menjadi saham, atau dana yang diperoleh dari capital gain yang merupakan hasil kemahiran peserta pendidikan dalam mengelola saham yang dimilikinya. Jadi dalam mock trading ini ada dua langkah yang harus dikelola seorang calon investor itu, yakni mengembangkan modal serta mengembangkan jumlah saham yang diberikan oleh pengajar. Jadi berpedoman pada simulasi tersebut seorang investor pemula yang akan berinvestasi saham tidak ada salahnya meniru cara belajar mengenal pasar dan karakteristik saham model tersebut. Butuh waktu memang, tapi dengan likuiditas pasar yang cukup tinggi seperti sekarang ini waktu yang digunakan bisa dipersingkat, misalnya dalam sepekan perdagangan saja, dengan saham yang dipelajari cukup saham-saham yang menjadi incaran saja.
Investor juga tidak perlu malu dan ragu untuk melakukan mock trading ini, sebab hampir pasti perusahaan broker terbuka apalagi bila belajar pada perusahaan dimana investor telah membuka rekening. Jadi tidak ada salahnya untuk dicoba, sehingga sebagai investor makin kenal dan mengetahui akan karakteristik saham yang menjadi pilihan portofolionya itu. Selamat mencoba.h saham tertentu dengan nilai yang sama antara peserta yang satu dengan peserta lainnya. Acuan dari pergerakan harga sahamnya adalah pasar sebenarnya (artinya harga pasar yang terjadi di Bursa).
Dalam mock trading ini masing-masing peserta diminta untuk membeli saham-saham yang dianggapnya bagus, dalam kurun waktu tertentu, dan pada hari yang telah ditetapkan apakah harga saham yang dibeli mengalami kenaikan atau tidak dengan acuannya adalah harga pasar yang terjadi pada hari itu. Dari simulasi (mock trading) tersebut dapat diketahui apakah dana yang diberikan berkembang atau tidak. Jadi dalam hal ini ada dua perhitungan dana yang berkembang menjadi saham, atau dana yang diperoleh dari capital gain yang merupakan hasil kemahiran peserta pendidikan dalam mengelola saham yang dimilikinya. Jadi dalam mock trading ini ada dua langkah yang harus dikelola seorang calon investor itu, yakni mengembangkan modal serta mengembangkan jumlah saham yang diberikan oleh pengajar. Jadi berpedoman pada simulasi tersebut seorang investor pemula yang akan berinvestasi saham tidak ada salahnya meniru cara belajar mengenal pasar dan karakteristik saham model tersebut. Butuh waktu memang, tapi dengan likuiditas pasar yang cukup tinggi seperti sekarang ini waktu yang digunakan bisa dipersingkat, misalnya dalam sepekan perdagangan saja, dengan saham yang dipelajari cukup saham-saham yang menjadi incaran saja.
Investor juga tidak perlu malu dan ragu untuk melakukan mock trading ini, sebab hampir pasti perusahaan broker terbuka apalagi bila belajar pada perusahaan dimana investor telah membuka rekening. Jadi tidak ada salahnya untuk dicoba, sehingga sebagai investor makin kenal dan mengetahui akan karakteristik saham yang menjadi pilihan portofolionya itu. Selamat mencoba.

Senin, 15 Maret 2010

Grand Launching Pojok BEI UM



Kini bertambah lagi fasilitas yang disediakan Fakultas Ekonomi guna meningatkan kualitas mahasiswanya, yaitu Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merupakan salah satu bentuk kerjasama kampus dengan Bursa Efek Indonesia, PT Reliance Securities Tbk. Kali ini Tim Pojok BEI-UM serta beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi menyelenggarakan Grand Launching Pojok BEI di Gedung Sasana Budaya UM pada hari Kamis, 4 Maret 2010.
Acara grand launching ini dihadiri oleh Rektor UM ( Prof Dr Suparno ), Direktur Pengembang PT BEI ( Frederica Widyasari Dewi ) dan Direktur PT Reliance Securities Tbk ( Orias Petrus Moedak ). Pada kesempatan itu yang menjadi undangan adalah Jajaran Dosen Fakultas Ekonomi UM, rekan-rekan Komunitas Pecinta Pasar Modal, serta mahasiswa Fakultas Ekonomi yang telah mendaftarkan diri pada panitia penyelenggara karena peserta pada acara ini hanya dibatasi sekitar 250 peserta.
Rektor UM, Prof Dr Suparno dalam sambutannya memberikan apresiasi dengan hadirnya Pojok BEI di Kampus UM. Karena selain Pojok BEI melengkapi kerangka pembelajaran, Pojok BEI kedepannya bisa menjadi contoh kerjasama dengan mitra kerja yang lain.
Satia Nur Maharani, Direktur Pojok BEI UM menjelasan bahwa Pojok BEI UM adalah Pojok BEI yang pertama menggunakan konsep 3 in 1. Yaitu kolaborasi antara FE UM, BEI dan mitra kerja dalam hal ini PT Reliance Securities Tbk. Dalam operasionalnya nanti, Pojok BEI juga memberikan onsep teoritis dan juga konsep pratis. “Jadi nantinya, ada ruangan khusus yang menyediakan materi mengenai teori-teori serta tempat praktik yang memang riil bisa digunakan untuk melakukan transaksi pasar modal”, kata perempuan yang juga salah satu Dosen Akuntansi di Fakultas Ekonomi UM ini.
Setelah acara grand launching selesai, peserta langsung mengikuti seminar yang bertema “Urgensi Perguruan Tinggi dalam Iklim Investasi Pasar Modal Menurut BEI” dengan pemateri Frederica Widyasari Dewi dari PT BEI dan Orias Petrus Moedak dari PT Reliance Securities Tbk. Pada sesi tersebut juga dilakukan pembagian doorprise voucher senilai 1juta rupiah yang terbagi dalam pecahan 500ribu dan dua buah voucher senilai 250ribu rupiah, voucher tersebut diberikan pada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari pemateri.

Minggu, 14 Maret 2010

IHSG Siap Disambangi Profit Taking

15 Maret 2010

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan lalu mengalami lonjakan yang cukup besar sehingga kini parkir di area overbought. IHSG baru mengalami koreksi pada akhir pekan, itupun hanya tipis saja.

"Penguatan indeks yang mencapai 4.32% dalam 4 hari (8/3/2010 – 11/3/2010) telah membawa indeks ke area overbought," demikian analisis dari eTrading Securities.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

* Senin (8/3/2010), IHSG menguat 47,679 poin (1,84%) ke level 2.626,451.
* Selasa (9/3/2010), IHSG menguat 30,716 poin (1,16%) ke level 2.657,167.
* Rabu (10/3/2010), IHSG menguat 13,052 poin (0,49%) ke level 2.670,219.
* Kamis (11/3/2010), IHSG naik tipis 6,303 poin (0,23%) ke level 2.676,522.
* Jumat (12/3/2010), IHSG melemah 10,011 poin (0,37%) ke level 2.666,511.


Untuk perdagangan Senin (15/3/2010) ini, IHSG diprediksi hanya akan bergerak tipis. Profit taking akan menyerang perdagangan saham dalam suasana perdagangan sepi seiring libur Nyepi pada Selasa besok.

Apalagi bursa-bursa global akhir pekan lalu juga bergerak tipis. Pada perdagangan Jumat (12/3/2010), bursa Wall Street ditutup hanya menguat tipis. Indeks Dow Jones ditutup naik 12,85 poin (0,12%) ke level 10.624,69.

Bursa Tokyo membuka perdagangan Senin ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 51,99 poin (0,48%) ke level 10.803,25.

"Kami melihat harga saham emiten yang akan mengeluarkan laporan keuangan dalam waktu dekat bias menopang pergerakan indeks, khususnya jika emiten tersebut mencatatkan performance yang bagus di 2009. Emiten BMRI dan BBRI masih memilik momentum penguatan," demikian analisis dari eTrading Securities.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Seperti yang telah diprediksikan akhirnya tekanan jual sehubungan dengan aksi ambil untung melanda IHSG dalam perdagangan kemarin. Beberapa saham bluechip mengalami profit taking setelah beberapa hari sebelumnya menguat. Kami perkirakan tekanan jual masih akan membayangi pergerakan indeks pada pekan ini. Meski demikian kami melihat koreksi yang terjadi masih cukup wajar dan IHSG juga masih berada dalam trend bullish untuk beberapa waktu mendatang. Hari ini transaksi diperkirakan akan sepi seiring dengan libur Hari Raya Nyepi besok. Kisaran support-resistance 2.640-2.683. Saham pilihan : BMRI, ISAT, ELTY, BIPI, UNSP.

eTrading Securities:

Pada perdagangan terakhir minggu lalu asing masih melakukan net buy tapi hanya 60m ini membuktikan bahwa market mulai memasuki area overbought kekuatan beli tampak mulai berkurang, dan saham saham blue chip seperti ASII,TLKM,GGRM menjadi motor turunnya IHSG seberar 10 point ke posisi 2666 (-0.3%) sehingga untuk sementara akan bergerak sideways dengan kisaran 2640 – 2690. saham- saham yang perlu dicermati untuk hari ini MNCN, BMTR, BIPI.

Senin, 08 Februari 2010

JOIN WITH US

be the member of "POJOK BEI UM"......,

ONLY : 30.000 (mahasiswa)
75.000 (umum) / SEMESTER

GET ;;;;;;;
- DISCOUNT 15 % EVERY EVENT
- FREE >>> AKSES DATA di PDB selama 2 bulan
- FREE >>> KULIAH KASUS
- ID CARD n SERTIFIKAT
- tergabung dengan " KOMUNITAS PECINTA PASAR MODAL"
- belajar trading dengan praktisi berpengalaman.,

PENDAFTARAN : mulai 10 Februari 2010
@ STAND POJOK BEI UM
GEDUNG E4 FAKULTAS EKONOMI UM

CP : ANDIKA 085649674748
RYRIS 085645207149


get your experience and be the master trader with "POJOK BEI-UM"

^_^

Sekilas Tentang Obligasi

OBLIGASI

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Jenis Obligasi
Obligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda, yaitu :
1) Dilihat dari sisi penerbit :
a) Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.
b) Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c) Municipal Bond : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility).

2) Dilihat dari sistem pembayaran bunga :
a) Zero Coupon Bonds : obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik. Namun, bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.
b) Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
c) Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.
d) Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.
3) Dilihat dari hak penukaran / opsi :
a) Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
b) Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
c) Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
d) Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.

4) Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya
a) Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam kelompok ini, termasuk didalamnya adalah:
- Guaranteed Bonds : Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin denan penangguangan dari pihak ketiga
- Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas properti atau asset tetap.
- Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.
b) Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum.

5) Dilihat dari segi nilai nominal
a. Konvensional Bonds : obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal, Rp 1 miliar per satu lot.
b. Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil, baik corporate bonds maupun government bonds.

6) Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil :
a. Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon bunga.
b. Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah, yaitu:
- Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten.
- Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan

Karakteristik Obligasi :

* Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo.
* Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.
* Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi, sehingga memilki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi Kupon / bunga nya.
* Penerbit / Emiten (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. Mengukur resiko / kemungkinan dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.

Harga Obligasi :

Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal.
Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu:

* Par (nilai Pari) : Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.
* at premium (dengan Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta
* at discount (dengan Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta.

Yield Obligasi :
Pendapatan atau imbal hasil atau return yang akan diperoleh dari investasi obligasi dinyatakan sebagai yield, yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan dananya untuk dibelikan obligasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi, investor harus mempertimbangkan besarnya yield obligasi, sebagai faktor pengukur tingkat pengembalian tahunan yang akan diterima.

Ada 2 (dua) istilah dalam penentuan yield yaitu current yield dan yield to maturity.

*
Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasrkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut.


Current yield = bunga tahunan
harga obligasi

Contoh:
Jika obligasi PT XYZ memberikan kupon kepada pemegangnya sebesar 17% per tahun sedangkan harga obligasi tersebut adalah 98% untuk nilai nominal Rp 1.000.000.000, maka:

Current Yield = Rp 170.000.000 atau 17%
Rp 980.000.000 98%
= 17.34%





* Sementara itu yiled to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yang akan diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo. Formula YTM yang seringkali digunakan oleh para pelaku adalah YTM approximation atau pendekatan nilai YTM, sebagai berikut:

YTM approximation = C + R – P
n x 100%
R + P
2

Keterangan:

C = kupon
n = periode waktu yang tersisa (tahun)
R = redemption value
P = harga pemeblian (purchase value)
Contoh:
Obligasi XYZ dibeli pada 5 September 2003 dengan harga 94.25% memiliki kupon sebesar 16% dibayar setiap 3 bulan sekali dan jatuh tempo pada 12 juli 2007. Berapakah besar YTM approximationnya ?
C = 16%
n = 3 tahun 10 bulan 7 hari = 3.853 tahun
R = 94.25%
P = 100%


YTM approximation = 16 + 100 – 94.25
3.853
= 100 + 94.25
2
= 18.01 %

Sekilas Tentang Reksadana

Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Umumnya, Reksa Dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

Manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam Reksa Dana, antara lain:

Pertama, pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika tidak tidak memiliki dana besar. Dengan Reksa Dana, maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi.

Kedua, Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki pengetahuan tersebut.

Ketiga, Efisiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana dimana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.

Seperti halnya wahana investasi lainnya, disamping mendatangkan berbagai peluang keuntungan, Reksa Dana pun mengandung berbagai peluang risiko, antara lain:

* Risko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan.
Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksa Dana tersebut.
* Risiko Likuiditas
Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer Investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya. Manajer Investasi kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.
* Risiko Wanprestasi
Risiko ini merupakan risiko terburuk, dimana risiko ini dapat timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa Dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.


Dilihat dari portfolio investasinya, Reksa Dana dapat dibedakan menjadi:

1.Reksa Dana Pasar Uang (Moner Market Funds). Reksa Dana jenis ini hanya melakukan investasi pada Efek bersifat Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.
2.Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds). Reksa Dana jenis ini melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Utang. Reksa Dana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar dari Reksa Dana Pasar Uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.
3.Reksa Dana Saham (Equity Funds). Reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas. Karena investasinya dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua jenis Reksa Dana sebelumnya namun menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi.
4.Reksa Dana Campuran. Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat Utang.

Sekilas Tentang Saham

Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham:
1. Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.
Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

2. Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:
1. Capital Loss
Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham.
Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

2. Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.

Tentang Pasar Modal

Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.

Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasar modal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek”.

Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.

Senin, 01 Februari 2010

Proker Pojok BEI-UM

Adapun penjelasan lebih lanjut rencana dan program kerja pojok BEI adalah sebagai berikut:

1.Workshop atau pelatihan bagi pengelola dan anggota Pojok BEI dengan tujuan memberikan pengetahuan dasar Pasar Modal dan Current Issue di Pasar Modal.
2.Kunjungan ke BAPEPAM sebagai lembaga pengawas Pasar Modal, Anggota bursa (emiten, SRO) dan penyedia Informasi bursa dengan tujuan mengenalkan secara lebih dekat dan riil mengenai aktivitas-aktivitas di masing-masing lembaga maupun entitas bisnis.
3.Seminar dengan tema aktual di Pasar Modal.
4.Lomba karya tulis dan penelitian Pasar Modal bagi mahasiswa sebagai upaya merangsang ketertarikan mahasiswa untuk mendalami dunia investasi.
5.Up dating referensi pojok BEI secara periodik untuk melengkapi koleksi data sebagai upaya memenuhi kebutuhan anggota Pojok BEI.
6.Membentuk Komunitas Pecinta Pasar Modal (KPPM) bagi anggota pojok BEI sebagai upaya mempertemukan pemerhati Pasar Modal untuk meningkatkan khasanah keilmuan melalui diskusi-diskusi terbatas secara periodik.

Kamis, 14 Januari 2010

Sekilas Pojok BEI

Pendirian Pojok BEI dimaksudkan untuk mengenalkan Pasar Modal sejak dini dalam dunia akademis. Saat ini pendirian Pojok BEI berkonsep 3 in 1 (kerjasama antara BEI, Universitas Negeri Malang dan Perusahaan Sekuritas Reliance) sehingga diharapkan civitas akademika tidak hanya mengenal Pasar Modal dari sisi teori saja akan tetapi dapat langsung melakukan prakteknya.

Sasaran Pojok BEI sebagai langkah menjangkau kelompok yang berpendidikan agar dapat lebih memahami dan mengenal pasar modal. Pendirian POJOK BEI ini merupakan salah satu hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dengan Perguruan Tinggi untuk membantu kelompok akademisi (mahasiswa & dosen) mendapatkan dan menyebarkan informasi pasar modal.

POJOK BEI berisi semua publikasi dan bahan cetakan mengenai pasar modal yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia termasuk peraturan dan Undang-Undang Pasar Modal. Informasi dan data BEI dapat digunakan oleh civitas akademika untuk tujuan akademik, bukan untuk tujuan komersial bagi transaksi jual beli saham

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat saling menguntungkan sehingga penyebaran informasi pasar modal tepat sasaran serta dapat memberikan manfaat yang optimal baik bagi mahasiswa, praktisi ekonomi, investor, pengamat pasar modal maupun masyarakat umum di daerah dan sekitarnya baik untuk kepentingan sosialisasi dan pendidikan/edukasi pasar modal maupun untuk kepentingan ekonomis
Manfaat yang diperoleh bagi masing – masing pihak dalam pendirian Pojok BEI
Bagi BEI sebagai sarana sosialisasi & edukasi di kalangan akademis agar dapat terlaksana dengan baik, sehingga diharapkan civitas akademika tidak hanya mengenal Pasar Modal dari sisi teori saja akan tetapi dapat langsung melakukan prakteknya.

Bagi Perguruan tinggi, ada aliansi strategis dengan para pelaku Pasar Modal (BEI, AB, Data Vendor). Meningkatkan Brand Name dan Nilai Jual perguruan tinggi.
Bagi Perusahaan Efek Anggota Bursa, sebagai langkah media promosi dikalangan mahasiswa/akademisi dan sebagai media recruitment SDM Pasar Modal yang handal.
Bagi Data Vendor, sebagai langkah media promosi produk data dikalangan akademisi, tidak mengeluarkan investasi hardware untuk pojok BEI & Lab Pasar Modal dan sebagai media recruitment SDM Pasar Modal yang handal.

Kewajiban bagi masing-masing pihak dalam pendirian Pojok BEI
Bursa Efek Indonesia, mengirimkan publikasi yang dikeluarkan oleh BEI, mendukung kegiatan yang berkaitan dengan sosialisasi edukasi Pasar Modal, menyediakan kesempatan untuk magang, memfasilitasi terbentuknya klab investasi.

Bagi Perguruan Tinggi, menyediakan space sekaligus infrastuktur untuk kebutuhan galery Pojok BEI dan Lab Pasar Modal.Menyediakan PC sesuai dengan kebutuhan minimal 3 PC (2 PC untuk Data Realtime, 1 PC untuk operasional Pojok BEI) dengan konfigurasi layak pakai.

Bagi Perusahaan Efek, memberikan layanan edukasi sekaligus sosialisasi Pasar Modal, sharing profit sesuai dengan perjanjian, menyediakan kesempatan magang
Vendor Data realtime, memberikan fasilitas berlangganan gratis minimal 1 terminal untuk Pojok BEI sebagai Lab Pasar Modal. Melakukan layanan edukasi untuk perguruan tinggi, sekaligus sosialisasi penggunaan produk data realtime. Menyediakan tempat magang.(rys)