Senin, 15 Maret 2010

Grand Launching Pojok BEI UM



Kini bertambah lagi fasilitas yang disediakan Fakultas Ekonomi guna meningatkan kualitas mahasiswanya, yaitu Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merupakan salah satu bentuk kerjasama kampus dengan Bursa Efek Indonesia, PT Reliance Securities Tbk. Kali ini Tim Pojok BEI-UM serta beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi menyelenggarakan Grand Launching Pojok BEI di Gedung Sasana Budaya UM pada hari Kamis, 4 Maret 2010.
Acara grand launching ini dihadiri oleh Rektor UM ( Prof Dr Suparno ), Direktur Pengembang PT BEI ( Frederica Widyasari Dewi ) dan Direktur PT Reliance Securities Tbk ( Orias Petrus Moedak ). Pada kesempatan itu yang menjadi undangan adalah Jajaran Dosen Fakultas Ekonomi UM, rekan-rekan Komunitas Pecinta Pasar Modal, serta mahasiswa Fakultas Ekonomi yang telah mendaftarkan diri pada panitia penyelenggara karena peserta pada acara ini hanya dibatasi sekitar 250 peserta.
Rektor UM, Prof Dr Suparno dalam sambutannya memberikan apresiasi dengan hadirnya Pojok BEI di Kampus UM. Karena selain Pojok BEI melengkapi kerangka pembelajaran, Pojok BEI kedepannya bisa menjadi contoh kerjasama dengan mitra kerja yang lain.
Satia Nur Maharani, Direktur Pojok BEI UM menjelasan bahwa Pojok BEI UM adalah Pojok BEI yang pertama menggunakan konsep 3 in 1. Yaitu kolaborasi antara FE UM, BEI dan mitra kerja dalam hal ini PT Reliance Securities Tbk. Dalam operasionalnya nanti, Pojok BEI juga memberikan onsep teoritis dan juga konsep pratis. “Jadi nantinya, ada ruangan khusus yang menyediakan materi mengenai teori-teori serta tempat praktik yang memang riil bisa digunakan untuk melakukan transaksi pasar modal”, kata perempuan yang juga salah satu Dosen Akuntansi di Fakultas Ekonomi UM ini.
Setelah acara grand launching selesai, peserta langsung mengikuti seminar yang bertema “Urgensi Perguruan Tinggi dalam Iklim Investasi Pasar Modal Menurut BEI” dengan pemateri Frederica Widyasari Dewi dari PT BEI dan Orias Petrus Moedak dari PT Reliance Securities Tbk. Pada sesi tersebut juga dilakukan pembagian doorprise voucher senilai 1juta rupiah yang terbagi dalam pecahan 500ribu dan dua buah voucher senilai 250ribu rupiah, voucher tersebut diberikan pada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari pemateri.

Minggu, 14 Maret 2010

IHSG Siap Disambangi Profit Taking

15 Maret 2010

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan lalu mengalami lonjakan yang cukup besar sehingga kini parkir di area overbought. IHSG baru mengalami koreksi pada akhir pekan, itupun hanya tipis saja.

"Penguatan indeks yang mencapai 4.32% dalam 4 hari (8/3/2010 – 11/3/2010) telah membawa indeks ke area overbought," demikian analisis dari eTrading Securities.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

* Senin (8/3/2010), IHSG menguat 47,679 poin (1,84%) ke level 2.626,451.
* Selasa (9/3/2010), IHSG menguat 30,716 poin (1,16%) ke level 2.657,167.
* Rabu (10/3/2010), IHSG menguat 13,052 poin (0,49%) ke level 2.670,219.
* Kamis (11/3/2010), IHSG naik tipis 6,303 poin (0,23%) ke level 2.676,522.
* Jumat (12/3/2010), IHSG melemah 10,011 poin (0,37%) ke level 2.666,511.


Untuk perdagangan Senin (15/3/2010) ini, IHSG diprediksi hanya akan bergerak tipis. Profit taking akan menyerang perdagangan saham dalam suasana perdagangan sepi seiring libur Nyepi pada Selasa besok.

Apalagi bursa-bursa global akhir pekan lalu juga bergerak tipis. Pada perdagangan Jumat (12/3/2010), bursa Wall Street ditutup hanya menguat tipis. Indeks Dow Jones ditutup naik 12,85 poin (0,12%) ke level 10.624,69.

Bursa Tokyo membuka perdagangan Senin ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 51,99 poin (0,48%) ke level 10.803,25.

"Kami melihat harga saham emiten yang akan mengeluarkan laporan keuangan dalam waktu dekat bias menopang pergerakan indeks, khususnya jika emiten tersebut mencatatkan performance yang bagus di 2009. Emiten BMRI dan BBRI masih memilik momentum penguatan," demikian analisis dari eTrading Securities.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Seperti yang telah diprediksikan akhirnya tekanan jual sehubungan dengan aksi ambil untung melanda IHSG dalam perdagangan kemarin. Beberapa saham bluechip mengalami profit taking setelah beberapa hari sebelumnya menguat. Kami perkirakan tekanan jual masih akan membayangi pergerakan indeks pada pekan ini. Meski demikian kami melihat koreksi yang terjadi masih cukup wajar dan IHSG juga masih berada dalam trend bullish untuk beberapa waktu mendatang. Hari ini transaksi diperkirakan akan sepi seiring dengan libur Hari Raya Nyepi besok. Kisaran support-resistance 2.640-2.683. Saham pilihan : BMRI, ISAT, ELTY, BIPI, UNSP.

eTrading Securities:

Pada perdagangan terakhir minggu lalu asing masih melakukan net buy tapi hanya 60m ini membuktikan bahwa market mulai memasuki area overbought kekuatan beli tampak mulai berkurang, dan saham saham blue chip seperti ASII,TLKM,GGRM menjadi motor turunnya IHSG seberar 10 point ke posisi 2666 (-0.3%) sehingga untuk sementara akan bergerak sideways dengan kisaran 2640 – 2690. saham- saham yang perlu dicermati untuk hari ini MNCN, BMTR, BIPI.