
Kini bertambah lagi fasilitas yang disediakan Fakultas Ekonomi guna meningatkan kualitas mahasiswanya, yaitu Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merupakan salah satu bentuk kerjasama kampus dengan Bursa Efek Indonesia, PT Reliance Securities Tbk. Kali ini Tim Pojok BEI-UM serta beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi menyelenggarakan Grand Launching Pojok BEI di Gedung Sasana Budaya UM pada hari Kamis, 4 Maret 2010.
Acara grand launching ini dihadiri oleh Rektor UM ( Prof Dr Suparno ), Direktur Pengembang PT BEI ( Frederica Widyasari Dewi ) dan Direktur PT Reliance Securities Tbk ( Orias Petrus Moedak ). Pada kesempatan itu yang menjadi undangan adalah Jajaran Dosen Fakultas Ekonomi UM, rekan-rekan Komunitas Pecinta Pasar Modal, serta mahasiswa Fakultas Ekonomi yang telah mendaftarkan diri pada panitia penyelenggara karena peserta pada acara ini hanya dibatasi sekitar 250 peserta.
Rektor UM, Prof Dr Suparno dalam sambutannya memberikan apresiasi dengan hadirnya Pojok BEI di Kampus UM. Karena selain Pojok BEI melengkapi kerangka pembelajaran, Pojok BEI kedepannya bisa menjadi contoh kerjasama dengan mitra kerja yang lain.
Satia Nur Maharani, Direktur Pojok BEI UM menjelasan bahwa Pojok BEI UM adalah Pojok BEI yang pertama menggunakan konsep 3 in 1. Yaitu kolaborasi antara FE UM, BEI dan mitra kerja dalam hal ini PT Reliance Securities Tbk. Dalam operasionalnya nanti, Pojok BEI juga memberikan onsep teoritis dan juga konsep pratis. “Jadi nantinya, ada ruangan khusus yang menyediakan materi mengenai teori-teori serta tempat praktik yang memang riil bisa digunakan untuk melakukan transaksi pasar modal”, kata perempuan yang juga salah satu Dosen Akuntansi di Fakultas Ekonomi UM ini.
Setelah acara grand launching selesai, peserta langsung mengikuti seminar yang bertema “Urgensi Perguruan Tinggi dalam Iklim Investasi Pasar Modal Menurut BEI” dengan pemateri Frederica Widyasari Dewi dari PT BEI dan Orias Petrus Moedak dari PT Reliance Securities Tbk. Pada sesi tersebut juga dilakukan pembagian doorprise voucher senilai 1juta rupiah yang terbagi dalam pecahan 500ribu dan dua buah voucher senilai 250ribu rupiah, voucher tersebut diberikan pada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari pemateri.

